Ketua Badan Amil Zakat Nasional Republik Indonesia (BAZNAS RI), Prof. Dr. H. Noor Achmad, M.A., menyatakan bahwa ajang bergengsi Zayed Award for Human Fraternity 2027 bukan sekadar target penghargaan internasional, melainkan momentum strategis untuk semakin memperkuat ekosistem pengelolaan zakat Indonesia di mata dunia. Pernyataan ini disampaikan dalam sebuah forum internal BAZNAS RI yang membahas peta jalan pengembangan lembaga ke depan.
Zakat Indonesia di Pentas Dunia
Indonesia adalah negara dengan jumlah penduduk Muslim terbesar di dunia, dan potensi zakat nasional yang mencapai ratusan triliun rupiah per tahun menjadikannya salah satu kekuatan zakat terbesar secara global. Namun potensi besar tersebut belum sepenuhnya tersampaikan ke panggung internasional sebagai model pengelolaan zakat yang layak diadopsi oleh negara-negara lain.
Di sinilah relevansi Zayed Award for Human Fraternity bagi BAZNAS RI. Penghargaan yang didirikan atas prakarsa Paus Fransiskus dan Imam Besar Al-Azhar Sheikh Ahmed al-Tayeb ini mengakui individu dan lembaga yang berkontribusi luar biasa dalam mempromosikan persaudaraan antar manusia dan nilai-nilai kemanusiaan universal.
"Zayed Award bukan tujuan akhir. Ia adalah jendela yang terbuka ke dunia, memungkinkan kita menunjukkan kepada komunitas internasional bahwa Indonesia telah membangun model pengelolaan zakat yang modern, akuntabel, dan berdampak nyata bagi jutaan orang."
Persiapan Menuju 2027
Untuk mempersiapkan diri menuju Zayed Award 2027, BAZNAS RI menyiapkan sejumlah strategi komprehensif. Pertama, penguatan tata kelola dan transparansi lembaga melalui penerapan standar akuntabilitas internasional. Kedua, perluasan dampak program kemanusiaan BAZNAS, baik di dalam negeri maupun di kancah internasional. Ketiga, peningkatan komunikasi dan keterlibatan global melalui berbagai forum internasional tentang filantropi Islam dan keuangan sosial berbasis agama.
BAZNAS RI juga akan semakin aktif berkolaborasi dengan organisasi-organisasi zakat dan filantropi Islam internasional, termasuk World Zakat Forum yang berbasis di Jakarta, untuk membangun narasi global tentang kontribusi zakat dalam pembangunan berkelanjutan.
Rekam Jejak BAZNAS di Kancah Internasional
BAZNAS RI telah memiliki rekam jejak yang cukup kuat di level internasional. Lembaga ini aktif dalam berbagai forum global terkait keuangan Islam dan filantropi, termasuk Islamic Development Bank (IsDB) Group, AAOIFI, dan berbagai platform multilateral lainnya. BAZNAS juga telah berhasil menyalurkan bantuan kemanusiaan ke berbagai negara yang membutuhkan, dari Palestina, Suriah, Yaman, hingga Turki pasca gempa 2023.
Setiap langkah kemanusiaan ini menjadi bukti nyata bahwa zakat β ketika dikelola dengan baik dan profesional β memiliki kemampuan melampaui batas negara dalam menjawab tantangan kemanusiaan global.
Implikasi bagi Ekosistem Zakat Nasional
Pencalonan dan harapan meraih Zayed Award 2027 juga berdampak positif bagi seluruh ekosistem zakat nasional. Peningkatan profil BAZNAS di level internasional akan mendorong kepercayaan publik domestik, memperkuat sinergi dengan lembaga amil zakat lainnya, dan memberikan energi baru bagi seluruh pemangku kepentingan ekosistem zakat Indonesia untuk bersama-sama mendorong peningkatan penghimpunan dan pendistribusian zakat yang lebih efektif.
Bagi masyarakat yang ingin berkontribusi dalam misi mulia ini, cara paling konkret adalah dengan menunaikan zakat melalui BAZNAS RI. Setiap rupiah zakat yang ditunaikan bukan hanya menggenapkan kewajiban agama, tetapi juga menjadi bagian dari gerakan besar membangun Indonesia β dan dunia β yang lebih adil dan sejahtera.
